Shop More Submit  Join Login
About Varied / Hobbyist Member YukehMale/Unknown Groups :iconimmortal-alliance: Immortal-Alliance
manutenere statera mundi
Recent Activity
Deviant for 3 Years
Needs Premium Membership
Statistics 185 Deviations 1,806 Comments 16,497 Pageviews

Random Favourites

Journal History

Webcam

Groups

Activity


CR : Great War Stage 3 -- Invasion by AitoYuuki
CR : Great War Stage 3 -- Invasion
:iconcanvas-ranger:

Nama: Schrodinger Erviella
Canvas: [Broken] Cheshire Canvas
Kubu: Villain
Pelopor: F
Divisi: 27

Henshin Mode: "Der Ritter" Knave of Hearts

Lokasi & Referensi: Gerbang Institut Teknologi Bandung (ITB) || Referensi

BGM: "Tepris" by Doin'

DIVISI 27 VILLAIN
:iconaitoyuuki: >>> Ja.
:iconfarucyosaka: >>> Si.
:iconsilentclearlite: >>> Iie.
:iconkaiko-and-gilbert: >>> ...
:iconlurxneat: >>> Oui.

Haii, haii. Jadi nya abstrak. BG begitu niat dengan OC yang bener2 di rush. Gitu deh. Abstrak.

Makasih ya dakops, 15DEATH, sama FarucyoSaka yang sudah memberikan inspirasi, motivasi, dan bantuan buat nyelesain ini.

Alhamdulillah, barokah.

Salam gaul, Yukeh.

Schrodinger Erviella (C) AitoYuuki
Loading...
CR : Great War Stage 2 -- The Knight by AitoYuuki
CR : Great War Stage 2 -- The Knight
:iconcanvas-ranger:

"Now it is the time for me to obtain the toughness of tens of mountains and the power of the raging storm!! For I am truly the strongest among the strong... and all evildoers shall tremble upon my might!!"

Nama: Schrodinger Erviella
Canvas: [Broken] Cheshire Canvas
Kubu: Villain
Pelopor: F
Divisi: 27

Henshin Mode: "Der Ritter" Knave of Hearts

Lokasi & Referensi: Papua, Rumah Honai || Referensi 1; Referensi 2

BGM: "Rising Hope" by LiSA

DIVISI 27 VILLAIN
:iconaitoyuuki: >>> Osu.
:iconfarucyosaka: >>> Osu.
:iconsilentclearlite: >>> ???
:iconkaiko-and-gilbert: >>> ;7;
:iconlurxneat: >>> Osu.

Rumah Honai bikin galau. BG nya juga galau. Alparet, alpret, ato apaan lah itu, juga bikin galau. Galau-ception.

+10 buat yang tau referensi armor nya dari mana.
//udah obvious dari BGM nya

Schrodinger Erviella (C) AitoYuuki
Loading...
“Semuanya ada padamu sekarang, Xhero.”

Jika diperbolehkan untuk jujur, satu-satunya hal yang ingin dilakukan oleh Schrodinger pada saat ini hanya berbaring dalam diam untuk meredam rasa sakit sebagai akibat dari menggunakan kekuatan milik [March Hare] untuk menyembuhkan dirinya sendiri secara paksa.

Tetapi ketika mendengar suara puing-puing yang digeser serta suara orang yang bangkit, Schrodinger hanya membuka matanya secara perlahan dan memberikan sebuah ringisan.

“… aku memang terlalu optimis jika mengharapkan serangan yang barusan dapat menjatuhkannya ya…”

Dengan susah payah dan seraya menahan rasa sakit, Schrodinger berusaha untuk berdiri kembali pada kedua kakinya – hanya untuk mendapatkan serangan yang kembali melemparkannya ke belakang menghantam tanah dan melemparkannya keluar dari gedung utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Argh—!!”

Holy Princess telah berdiri tidak jauh dihadapannya, tangannya terentang ke depan dan ia tampak murka; dialah yang melepaskan serangan yang menghantam Schrodinger barusan sebagai balasan bagi Schrodinger yang telah menyerang temannya.

Di belakangnya, Color Guard dapat terlihat kembali berdiri dan tanpa satu luka apa pun; bahkan lecet pun tidak.

Daichii pun dapat terlihat disebelahnya, turut siap untuk menyerang.

“Menyerahlah.”

Suara dari Color Guard dapat terdengar jelas bagi Schrodinger yang pada saat ini terbaring dengan lemah di tanah. Serangan yang diberikan oleh Holy Princess barusan menghancurkan eye visor yang ia kenakan dan yang tersisa untuk menutupi wajahnya hanyalah gas mask yang hampir koyak.

“Apa pun yang akan kalian lakukan sekarang, kalian sudah kalah jumlah,” lanjut Color Guard seraya berjalan maju; tombak yang ia pegang siap di tangannya seiring ia berhenti sekitar 1 meter di hadapan Schrodinger, “Hanya masalah waktu sampai kami berhasil menangkap dan mengalahkan kalian.”

Schrodinger tidak mampu menjawab; sebaliknya ia hanya mengernyit kesakitan. Efek dari restorasi yang diberikan oleh [March Hare] sebelumnya masih bertahan di dalam tubuhnya dan meningkatkan reseptor rasa sakit yang ia miliki sebanyak 25 kali lipat.

Bahkan serangan dari Holy Princess yang tidak begitu fatal terasa seperti meremukkan tubuhnya pada saat ini dan Schrodinger hanya menggertakan giginya dalam upaya meredam rasa sakit.

‘Sial… jika seperti ini terus maka aku tidak akan bertahan sampai Nate dapat mengumpulkan energi cadangan untuk kembali bergerak…’ pikir Schrodinger.

Vorpal Smasher Custom yang ia gunakan pada sebelumnya telah terlempar jauh dari jangkauannya seiring dengan serangan terakhir yang diberikan oleh Holy Princess kepadanya beberapa saat lalu.

Dan sekalipun ingin, pada saat ini Schrodinger tidak dapat menggunakan kekuatannya sama sekali.

Pada dasarnya, Schrodinger adalah seorang [Summoner] – tetapi karena setiap familiar yang ia miliki memiliki kondisi tertentu yang harus dipenuhi untuk dapat dipanggil, ia memutuskan untuk memilih menggunakan pistol dan peluru magis untuk mempertahankan diri.

[March Hare] sebagai contoh, memiliki kondisi Schrodinger harus [mendapatkan luka yang dapat menyebabkan kematian] sebelum dapat dipanggil.

Bom cahaya yang digunakan oleh Holy Princess untuk menyerang Schrodinger sebelumnya menyebabkannya memenuhi kondisi yang dibutuhkan untuk memanggil [March Hare].

Namun pada saat ini, di mana ia berada pada keadaan yang tidak menguntungkan – dikepung oleh Color Guard, Daichii, dan Holy Princess. Pada saat ini Schrodinger berada dalam situasi terburuk yang dapat ia bayangkan. Tetapi beberapa saat kemudian, Schrodinger memaksakan sebuah senyum.

“Dalam permainan catur, apabila sang Raja tidak bergerak terlebih dahulu, maka pengikutnya pun tidak akan mengambil tindakan.”

* * *

“Wah, aku memang tahu mereka senang melakukan hal-hal yang mencolok,” ucap Xhero seraya menaikkan salah satu alisnya dan memanjat pada bagian atap gedung utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta, “Tetapi tidak aku sangka mereka sampai tidak segan untuk menghancurkan properti milik umum.”

Pada saat ini, Xhero tengah berdiri pada tempat di mana Holy Princess bersembunyi untuk menyerang Nate dan Schrodinger sebelumnya. Sebuah pedang katana dapat terlihat pada salah satu tangannya seiring ia memandang pada sekeliling – dan menemukan dua orang Hero pada halaman belakang gedung utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada bagian dekat landasan pesawat.

“Target ditemukan,” ucap Xhero seraya menghabiskan teh kotak yang ia ambil dari salah satu pertokoan yang ada di dalam gedung bandara, “Tetapi aku tidak bisa menghabisi mereka.”

Meremukan bungkus plastik dari teh kotak yang baru saja ia habiskan kemudian membuangnya, Xhero memberikan helaan nafas panjang seraya mengeluh, “Lumpuhkan, tapi jangan bunuh. Mungkin sebaiknya aku memintanya untuk membayarku jika ia membutuhkan bantuanku untuk hal seperti ini lagi.”

Hening untuk beberapa saat, tetapi kemudian Xhero mengangkat bahu.

“Sebaiknya aku bergerak sesuai rencana.”

Dengan cepat Xhero berlari menuju bagian tepi dari atap gedung utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelum melompat dan membiarkan dirinya jatuh seraya berbisik:

“Aktivasi kanvas, [Lucifer’s Sword].”

Asap hitam muncul dan datang dari katana yang telah ia hunuskan; membungkus seluruh tubuhnya sebelum membiarkannya muncul dengan plague mask serta jubah dan sepatu boots yang memudahkannya untuk bergerak.

Memposisikan arah jatuhnya seiring dengan pengaktivasian kanvas yang ia lakukan, Xhero menemukan dirinya mendarat tanpa suara tepat dihadapan Apis Ranger dan Frypan Ranger dengan membelakangi mereka.

“Selamat siang,” bisiknya dengan tenang.

Sebelum berputar dan melepaskan tendangan tepat pada bagian dada dari Apis Ranger; melemparkannya ke belakang sebelum mengalihkan perhatiannya kepada Frypan Ranger yang tampak terkejut.

“[Demon Blaze].”

Dan melepaskan sebuah tebasan dengan katana yang ia bawa tepat pada bagian dada Frypan Ranger; menjatuhkan musuh yang ada dihadapannya tanpa belas kasihan.

* * *

“Dalam permainan catur, apabila sang Raja tidak bergerak terlebih dahulu, maka pengikutnya pun tidak akan mengambil tindakan.”

Baik Color Guard, Daichii, mau pun Holy Princess hanya terdiam; tidak mengatakan apa pun terhadap apa yang baru saja diucapkan Schrodinger dan membiarkannya kembali berdiri dengan susah payah.

Kedua kakinya gemetar dan Schrodinger memegang sikut kiri dengan tangan kanannya; serangan yang diberikan oleh Holy Princess sebelumnya sekalipun tidak begitu fatal namun tampak telah melukainya pula dan dengan efek dari restorasi [March Hare] masih hinggap pada tubuhnya, tidak ada yang bisa ia lakukan selain berusaha untuk meredam rasa sakit.

“Tidak ada gunanya menggertak.”

Suara yang tegas datang dari Daichii yang masih merentangkan tangannya ke arah Schrodinger, namun hanya untuk melebarkan matanya ketika Color Guard merentangkan tangannya ke samping, secara tidak langsung memberitahukan mereka untuk menahan serangan.

“Tidak bisakah kita hentikan ini sampai di sini saja?” tanya Color Guard.

Mendengar hal itu, dibalik gas mask yang ia kenakan, Schrodinger hanya tersenyum sebelum menggelengkan kepalanya secara perlahan.

Seiring dengan efek samping dari restorasi [March Hare] yang pada akhirnya meninggalkan tubuhnya, Schrodinger menyadari bahwa sebuah kondisi untuk memanggil familiar miliknya yang lain telah terpenuhi.

Pada saat ini, satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah terus menerus mengulur waktu sampai Nate mampu mengumpulkan kembali energi cadangan untuk kembali bergerak dan menjalankan rencana yang telah terlebih dahulu disusun.

Melihat musuhnya memberikan respon yang negatif, Color Guard hanya terdiam untuk sesaat. Di balik helm yang ia kenakan ketika mengasumsikan identitas sebagai Color Guard, Alvey menutup kedua matanya.

—— Maafkan aku, Schro.

Dengan perlahan Color Guard mengangkat tombak yang ia bawa dengan tangan kanannya dan mengikuti gerakannya, baik Daichii maupun Holy Princess pun merentangkan tangan mereka – siap untuk menyerang dan hanya menunggu aba-aba yang diberikan dari Color Guard.

Tetapi ketika Color Guard mengayunkan tombaknya dan tepat sebelum ujung dari tombak itu mampu menembus tubuh Schrodinger, sebuah dinding angin telah berdiri tepat di antara mereka berdua.

“Dinding angin—?!”

…… datanglah ke hadapanku… demi kemenangan!!

Dengan perlahan, Schrodinger mengangkat kedua tangan – tangannya terkepal – dan menyilangkannya tepat di depan wajahnya sendiri. Seiring dengan Schrodinger melepaskan mantra untuk memanggil [Gryphon], tekanan angin yang menjadi dinding pelindungnya menjadi semakin kuat.

Sebuah pekikan dapat terdengar.

Sosok dari seekor [Gryphon] – hewan yang memiliki kepala, cakar depan, dan sepasang sayap pada bagian punggung dari seekor elang beserta tubuh dan cakar belakang dari seekor singa – pada saat ini dapat terlihat tepat di atas kepala Schrodinger dan menjadi titik utama yang melepaskan seluruh tekanan angin untuk melindungi orang yang telah melepaskan mantra untuk memanggilnya.

Kondisi yang harus dipenuhi oleh Schrodinger untuk melepaskan [Gryphon] adalah [mengucapkan mantra untuk memanggil Gryphon] dan [Gryphon harus ditargetkan kepada bangunan yang memiliki ukuran jauh lebih besar dibandingkan penggunanya sendiri].

Ketika berada di dalam gedung utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelumnya, tidak ada yang bisa ditargetkan untuk memanggil [Gryphon] karena semua [objek] yang ada bukanlah [bangunan] yang dapat ditargetkan.

Tetapi ketika Holy Princess menyerangnya dan serangan itu melemparkannya keluar gedung, maka kondisi yang dibutuhkan secara otomatis terpenuhi – karena satu-satunya [bangunan] yang ada dihadapan Schrodinger pada saat ini adalah gedung utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta sendiri.

Schrodinger telah menetapkan gedung utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai target bagi [Gryphon].

Ksatria terkuat dari Kerajaan, pinjamkan kepadaku tunggangan yang agung dan cepat! O Gryphon, hantam semua musuh yang berdiri dihadapanku! Hancurkan mereka semua beserta tempat mereka berpijak!!

Seiring dengan teriakannya, Schrodinger melontarkan [Gryphon] dan dengan satu serangan, merubuhkan bagian tengah dari gedung utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

* * *

Semuanya tampak terjadi dengan begitu cepat.

Apis Ranger dengan perlahan memaksakan tubuhnya untuk berdiri. Salah satu tangannya mengusap pada bagian di mana Xhero melepaskan tendangan kepadanya beberapa saat sebelumnya.

Tetapi ketika ia menyadari bahwa Frypan Ranger telah terbaring dengan lemah di tanah, Apis Ranger menggertakan giginya.

“Pengecut!!” teriaknya dengan geram, “Kalian para Villain hanya berani menyerang dari belakang!”

“Hei, hei, jangan berbicara seperti itu. Perhatikan baik-baik. Kalian berdua dan aku hanya sendirian,” ucap Xhero dengan nada mengejek seraya mengangkat bahu, “Jika kau ingin aku berkomentar, kalianlah yang pengecut.”

Melepaskan sebuah tawa kecil, Xhero kemudian menggelengkan kepalanya.

“Jangan berikan aku omong kosong seperti salah satu dari kalian akan melawanku sementara yang lainnya menunggu dengan santai sampai temannya kalah. Aku yakin kalian berdua tidak akan ragu-ragu untuk menyerangku secara bersamaan, dasar pengecut.”

Di balik topeng yang ia kenakan, Abel hanya mampu untuk menggertakan giginya dengan geram seraya menegakkan tubuhnya dan mengambil posisi yang mengatakan bahwa ia siap untuk bertarung.

“Jika satu lawan satu adalah hal yang kau inginkan, maka aku akan memberikannya kepadamu. Dalam pertarungan yang adil, aku pasti mampu untuk mengalahkanmu.”

Tetapi ketika mendengar hal itu, Xhero dengan cepat melepaskan tawa—seolah apa yang baru saja diucapkan oleh Apis Ranger kepadanya merupakan sebuah lelucon yang memang pantas untuk ditertawakan.

“Naif. Kau sendiri yang mengatakannya, kami Villain hanya berani untuk menyerang dari belakang.

Tidak seperti kalian para Hero, kami tidak terikat untuk melakukan hal yang benar ataupun jujur. Masing-masing dari kami memiliki target dan standar tindakan tersendiri, berbeda dengan kalian para Hero yang diharuskan untuk menjunjung keadilan, kejujuran, dan kebenaran dalam bertindak.

Jika kau mengatakan bahwa dalam pertarungan yang adil kau pasti akan mengalahkanku… maka kau sadar jika aku tidak bertarung secara adil, aku akan lebih dari mampu untuk membunuhmu, bukan?”

Tidak ada balasan apa pun yang diberikan oleh Apis Ranger.

“Lagipula, aku di sini hanya untuk menahan kalian. Aku adalah pengalih perhatian. Tugasku adalah menahan kalian berdua di sini supaya kalian tidak dapat pergi ke bagian depan untuk menolong teman-teman kalian.”

Tetapi sebelum Apis Ranger dapat membalas perkataan itu, tepat dibelakang mereka, bagian tengah dari gedung utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah runtuh dan menjadi rata dengan tanah.

* * *

Untuk kedua kalinya, Schrodinger jatuh dan terbaring di tanah.

Kedua tangannya berada pada bagian dada dan ia mengernyit menahan sakit. Kompensasi yang harus ia bayar untuk menggunakan kekuatan milik [Gryphon] adalah mengalami kelumpuhan pada seluruh bagian tubuh serta rasa sakit yang tidak tertahankan pada bagian dada selama beberapa menit ke depan.

Sesungguhnya memanggil dan menggunakan kekuatan milik [Gryphon] – yang merupakan perwujudan dari insting desktruktifnya sendiri – adalah sesuatu yang tidak ingin ia lakukan; tetapi seiring dengan keadaan yang ternyata lebih memaksa dibandingkan yang telah diperkirakan, maka Schrodinger tidak memiliki pilihan lain.

Suara reruntuhan yang disingkirkan mulai terdengar dan dengan susah payah, Schrodinger mengalihkan perhatiannya ke depan—sekali lagi menemukan Color Guard berdiri dihadapannya tanpa suatu bentuk luka apa pun.

Bahkan satu goresan pun tidak telihat pada armor yang ia kenakan.

Holy Princess dan Daichii pun dapat terlihat berdiri tidak jauh dibelakang Color Guard; sama seperti pemimpin mereka, keduanya tampak tidak terluka.

Dengan kemampuan untuk bergerak secara bebas di udara, keduanya mampu untuk menghindari serangan yang datang dari [Gryphon] dengan tepat waktu; sementara Color Guard yang menerima serangan [Gryphon] secara langsung sama sekali tidak terluka.

“Apa kau masih ingin melawan?” tanya Color Guard.

Menyadari pemanggilan [Gryphon] berakhir dengan sia-sia, Schrodinger hanya meringis; seolah-olah berusaha untuk menahan tawa.

“Tidak perlu lagi untuk melawan. Semuanya sudah selesai.”

Suara dari Nate dapat terdengar dan ketiga Hero yang sebelumnya melawan Schrodinger mengalihkan pandangan mereka kepada android yang seharusnya telah dikalahkan beberapa saat yang lalu.

“Kau membuatku menunggu cukup lama, Nate.”

Nate telah berdiri tepat dibelakang Schrodinger.

Kebanyakan dari armor yang ia kenakan sebelumnya telah ditanggalkan dan ia tampak seperti robot yang baru saja ditanggalkan perangkat-perangkatnya.

Pada tangan kanannya, ia memegang pistol yang diarahkan tepat kepada Color Guard sementara pada tangan kirinya adalah sebuah combat knife.

“Afirmatif. Pengalihan daya energi dari generator cadangan serta mengoptimalkannya membutuhkan waktu yang lebih lama dikarenakan beberapa kerusakan diluar kalkulasi.”

“Lalu? Keadaan ini tidak mengubah apa pun,” balas Daichii dengan nada tidak tertarik, “Kalian kalah jumlah dan jika diperlukan, kami tidak akan segan-segan untuk menjatuhkan kalian secara paksa.”

“Kalian tidak akan melawan kami. Kalian akan melepaskan kami,” balas Nate.

“…… apa yang membuatmu begitu yakin?” tanya Color Guard dengan nada curiga.

Dalam diam, Nate kemudian melemparkan sebuah walkie talkie yang umum digunakan oleh anggota militer tepat ke arah Color Guard; yang kemudian menangkapnya.

Sebuah transmisi kemudian dapat terdengar.

—— “Kode merah! Kami berada dalam situasi darurat!! Monster tidak dikenal menyerang kami dan—

Kemudian transmisi itu terputus.

Transmisi itu datang dari anggota militer Indonesia serta Rusia yang berjaga pada bagian luar Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan tengah diserang oleh monster artblock yang tercipta sebagai akibat dari “gangguan” yang ditimbulkan oleh para Villain selama masa eleksi nasional.

—— “Coleader! Frypan Ranger telah tumbang dan aku tengah menghadapi seorang Villain yang lain! Gedung utama juga sudah rubuh, bagaimana keadaan kalian di sana?!

Kali ini transmisi yang masuk melalui jalur komunikasi khusus bagi pihak Hero datang dari Apis Ranger; mengabarkan apa yang telah terjadi kepada dirinya dan Frypan Ranger yang telah terpisah dari mereka bertiga.

“Dengan keadaan seperti ini, di mana rakyat sipil berada dibawah serangan monster-monster artblock dan salah satu teman kalian terluka parah, apa kalian memang memiliki kelenggangan untuk membuang-buang waktu melawan kami di sini?” tanya Nate.

Color Guard hanya terdiam ketika mendengar hal itu.

Tetapi sebaliknya, Daichii dan Holy Princess tampak semakin murka dan tampak mengumpulkan energi mereka untuk kembali menyerang—hanya untuk memberikan ekspresi yang merupakan kombinasi dari keterkejutan dan tidak percaya ketika Color Guard mengangkat tangannya sekali lagi.

Sebuah sinyal untuk menghentikan serangan.

“Coleader…?”

“Coleader?!”

“Apa yang membuatmu yakin bahwa kami akan mundur?” tanya Color Guard.

“Tentu saja… aku yakin kalian akan mundur…” yang membalas perkataannya kali ini adalah Schrodinger—seraya berdiri sekalipun masih dengan jelas menahan rasa sakit pada bagian dadanya, “Karena kalian adalah Hero… sekalipun kalian memiliki kesempatan untuk mengalahkan dan menangkap kami sekarang… kalian tidak akan mengorbankan rakyat sipil untuk melakukan hal itu.”

Color Guard hanya terdiam ketika mendengar hal itu—dan dibalik helm yang ia kenakan, Alvey hanya menghela nafas dan dengan berat hati mengatakan:

“Kami akan mundur.”

“ “Coleader!” “

Posisi Alvey sebagai Coleader tidak memungkinkannya untuk memilih melepaskan Villain yang ada dihadapan mereka. Tetapi di sisi lain, keselamatan penduduk sipil dari serangan monster artblock pun harus diutamakan.

“Holy Princess, pergilah duluan dan kabarkan semua Hero yang berada dekat area ini untuk melawan monster artblock yang berkeliaran. Utamakan keselamatan semua penduduk sipil.

Daichii, jemput Apis Ranger dan Frypan Ranger. Bawa mereka ke markas terdekat dan sembuhkan luka-luka yang mereka miliki.”

Menemukan diri mereka tidak dapat membantah perintah yang diberikan oleh Coleader mereka sendiri, keduanya bertatapan sebelum dengan berat hati memberikan anggukan; meninggalkan Color Guard sendiri dengan musuh yang mereka hadapi sebelumnya.

Dalam diam, Color Guard berjalan maju ke arah Schrodinger dan berpapasan dengannya.

—— “Maaf, Alvey.

Color Guard dengan cepat melangkah dan berlari ke arah pintu keluar dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sebagai Coleader yang memiliki daya tahan terkuat dibandingkan dengan teman-temannya, hal yang bisa ia lakukan saat ini adalah menyelamatkan anggota militer di bagian luar dan mempertahankan keadaan sampai bantuan datang.

Menyadari bahwa akhirnya terhindar dari bahaya, Schrodinger membiarkan dirinya jatuh ke tanah dan berbaring seraya menghembuskan nafas yang menandakan kelegaan.

“Nyaris… terlalu nyaris. Kalau mereka tidak memutuskan untuk mundur, sudah tidak ada lagi jalan keluar yang bisa aku pikirkan dan kita pasti akan kalah.”

Sekalipun Schrodinger tampak lega, Nate tidak memberikan perbedaan apa pun dalam ekspresi dan nada suara yang ia berikan.

“Sekalipun begitu, misi kali ini dapat dihitung sebagai suatu bentuk keberhasilan.”

“Yah, lain kali aku harus lebih berhati-hati dalam mengambil resiko… anggota tim yang mereka bawa benar-benar diluar hal-hal yang aku kalkulasikan.”

“Hei, hei… kalian masih hidup? Kalian tampak seperti hampir mati.”

Suara dari Xhero dapat terdengar seiring dengan langkah kakinya yang berjalan menuju ke arah keduanya. Sama seperti sebelumnya, ia datang dengan wujud kanvasnya yang telah di aktifkan.

“Sedikit bantuan akan sangat dihargai, Xhero.”

Xhero berhenti untuk sesaat seraya menaikkan salah satu alis; sekalipun hal itu tidak terlihat karena plague mask yang ia kenakan. Sekalipun demikian, dengan bantuan Nate, ia membawa Schrodinger berdiri kembali pada kedua kakinya sebelum membiarkan Nate memapahnya.

“Apa yang akan kita lakukan sekarang, Schro? Kita tidak bisa pulang karena kau sudah menghancurkan sebagian bandara ini,” tanya Xhero, “Setidaknya sampai beberapa bulan ke depan akan sulit untuk mendapatkan penerbangan.”

“Yah… aku memang tidak berpikir panjang ketika melakukan hal ini…”

“Dan kau mengatakan bahwa aku adalah seseorang yang ceroboh.”

“Aku dapat meminta bantuan helikopter militer untuk menjemput kita dan membawa kita ke bandara lain sehingga kita bisa pulang. Tetapi setidaknya kita harus menunggu sampai seluruh kerusuhan ini mulai reda sebelum dapat menggunakan transportasi militer dengan leluasa.”

Sekali lagi menghela nafas dengan lega, Schrodinger memaksakan sebuah senyum.

“Terima kasih, Nate. Mari lakukan seperti yang kau sarankan.”




Alpbach, Austria – 14 Juli 2014

“Terima kasih, Leader. Aku akan mengingatnya baik-baik.”

Seiring dengan berakhirnya jalur komunikasi antara pemimpin dari kubu Villain, Schrodinger mematikan jalur komunikasi tersebut sebelum menghela nafas; berjalan ke arah sofa dan mendudukan dirinya.

“Sebaiknya aku segera memilih kandidat bagi tim yang perlu dimobilisasikan untuk misi baru ini.”
CR - Election Disturbance Final
:iconlazymachoplz:

Makasih buat semua yang udah baca sampai sejauh ini. Makasih buat yang OC nya uda boleh gue pinjem. Dan makasih buat yang uda ngasi dukungan dan semangat buat nyelesain ini.

Skill nulis gue masi jauh dari bagus, maaf kalo ada yang kurang pas di bagaimana gue nulis soal OC kalian. Nonetheless gue harap lo menikmati baca ini sama kayak gue menikmati nulis ini.

All of the OCs belong to their respective owners:
Abelha Phung (C) cakwe
Alvey J. Foster (C) godangdang
Daiya (C) bluemanaphy
Rina Atherina (C) Erkaz
Sunaryo Kusuma (C) Natsukiexe
Nate (C) kiku-maru
Xhero (C) 15DEATH
Schrodinger Erviella (C) AitoYuuki

Election Disturbance Series proudly presented by AitoYuuki.
Loading...

deviantID

AitoYuuki's Profile Picture
AitoYuuki
Yukeh
Artist | Hobbyist | Varied

:iconcanvas-ranger:
Schrodinger Erviella

:iconmorphos-metaphor:
Shiloh Loce



Concept Artist & H Writer.



:iconpconholdplz::iconreqfplz::iconcoffriendsplz::iconaakiriplz:
Interests

AdCast - Ads from the Community

×

Watchers

Comments


Add a Comment:
 
:iconkpekep:
KPEKEP Featured By Owner Jul 17, 2014
Thaaanks
check new variant =)
Before dangerous storm by KPEKEP
Reply
:icongodangdang:
godangdang Featured By Owner Nov 30, 2013  Student Digital Artist
KETEK MASA TERNYATA GUE BELOM WATCH LO SIH KEH AMPUN KANJENG KETEK, PERASAAN KAYAKNYA UDAH //heboh //ganggu
Reply
(1 Reply)
:iconle-papillon-rouge:
le-papillon-rouge Featured By Owner Sep 21, 2013  Hobbyist General Artist
Aito. :iconjunesplz:
Reply
(1 Reply)
:iconkonrei-sama:
konrei-sama Featured By Owner Sep 12, 2013   Digital Artist
Yuukkiii happyyy birthday :icontuzkisnogplz:
Reply
(1 Reply)
:iconsilverbreak:
SilverBreak Featured By Owner Sep 11, 2013  Hobbyist Digital Artist
Reply
Add a Comment: